Penggunaan Kata Hijab

by - 12/28/2012



‘Berhijab’ itulah kata yang digunakan banyak wanita muslim di Indonesia saat ini ketika mereka menggunakan penutup kepala atau biasa disebut jilbab. Apakah benar makna berhijab itu hanya sekedar menutup bagian kepala saja?

Indonesia memiliki lebih dari 200 juta pendukuk yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Trend  berhijab saat ini memang sedang marak di Indonesia terutama di kalangan remaja. Setiap kita melangkahkan kaki keluar rumah pasti menemui wanita yang berjilbab dengan berbagai macam jenis kerudung dan beragam cara memakainya. Sebenarnya trend berhijab ini baik sekali karena dengan trend ini mambuat banyak remaja ikut-ikutan menggunakan jilbab.

Memang tidak dipungkiri dengan berbagai jenis kerudung dan berbagai corak membuat siapa pun yang melihatnya akan tertarik serta yang menggunakannya akan lebih percaya diri. Ditambah lagi dengan aksesoris-aksesoris yang menambah aksen cantik bagi si pengguna. Itu tidak masalah karena bagaimanapun bentuk kerudungnya dan corak apa yang digunakan serta seberapa banyak aksesoris yang digunakan bukan menjadi tolak ukur keagamaan seseorang.

Tapi, coba berfikir dua kali sebelum menggunakan kata ‘hijab’ ketika seorang wanita yang baru ingin memulai menggunakan jilbab tetapi tidak berhijab dengan sebenarnya. Apalagi bagi wanita yang hanya memakai jilbab untuk suatu kepentingan misalnya hanya untuk pergi ke sekolah, kampus atau tempat lainnya dengan tidak memperhatikan pakaian yang digunakan.

Menurut data dari Wikipedia Hijab adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang kata "hijab" lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim (jilbab) Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.

Selain itu pula dalam Al Qur'an pada dua surat Al-Ahzab :59 dan An-Nur :31 disebutkan kewajiban wanita muslim menggunakan hijab:

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab :59)”    

Kemudian dalam surat An-Nur ayat 31:

“...Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya... (An Nuur :31)”

Jadi trend berhijab di Indonesia merupakan trend berhijab yang salah kaprah. Kedua potongan ayat di atas sangat jelas menunjukan bahwa berhijab itu tidak hanya sekedar menutup kepala dengan kerudung sedangkan bagian dada dan tubuh lainnya masih terbentuk.

Coba perhatikan anak remaja yang menggunakan jilbab di jalan. Banyak yang memakai jilbab hanya sampai leher saja dan membiarkan bagian dadanya ter-expose . Lalu bagaimana dengan remaja yang memakai jeans ketat sehingga bagian bokongnya terbentuk dengan jelas? Tujuan berhijab itu kan salah satunya yakni untuk melindungi diri dari gangguan. Maksudnya gangguan pria yang berniat buruk. Jadi jika seseorang  menggunakan jilbab tetapi tidak menutupi bagian dadanya dan mengenakan pakaian dengan memperlihatkan lekuk tubuh, apakah itu yang dinamakan berhijab?

Kesimpulannya berhijab itu tidak hanya sekadar menggunakan jilbab untuk menutup kepala sedangkan memperlihatkan bagian yang lain. Setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan diri dalam hal ini memakai jilbab dengan berbagai cara masing-masing. Ini bukan mengenai bagaimana berhijab yang sesungguhnya, tapi bagaimana penggunaan kata hijab yang sebenarnya agar penggunaan kata tersebut tidak disalah artikan.

You May Also Like

0 komentar